Tepat pukul 12 lewat beberapa menit wrangler Tour Campus dimulai, band yang didaulat untuk membuka acara ini adalah home band dari kampus Esa Unggul yang bernama Voodo Man. Awalnya saya ragu akan penampilan band ini, lagu pertama pun dimainkan, saya lupa judulnya, yang saya ingat mereka membawakan 3 buah lagu 2 diantaranya berjudul aeroplane dan magic woman. Daaan ternyata!!! saya si bangsat payah ini hanya dapat melongo sambil berucap dalam hati (NGENTOT NIH BAND KEREN BANGET) band yang menurut saya perkawinan sirih antara Jimi Hendrix dan Elvis Presley (saya ambil umumnya saja). Atraktif,,, saya yang duduk disebelah agan “Monkey To Millionaire” , dan agan bilang “ini band manis banget” dan saya hanya menambahkan 1 kata “rapi”. Yang kurang dari band ini hanya masalah komunikasi (vokalis band ini sangat garing ketika mencoba menyapa penonton yang hanya berani di kejauhan panggung) kepada crowd yang mungkin merasakan hal yang sama “melongo” setelah disihir habis-habisan oleh band ini.
Penampil kedua Dilanjut sebelum Monkey To Millionaire naik panggung, mereka adalah ‘Roman Foot Soldiers’ band yang baru saja pulang ke Indonesia dari Kanada menyelesaikan kuliahnya , yang sekilas menurut saya mirip dengan I’m From Barcelona yang memainkan sound megah dengan instrument yang sangat jarang, memakai Glockenspiel sebagai pemanis ditengah lagu. Memainkan beberapa lagu yang menurut saya aaaaaah~ pas sekali menikmati lagu-lagu mereka sebelum sore tiba. Barouque pop adalah genre band ini ,sound yang catchy yang membuat semua orang yang mendengarkan lagunya tak sadar telah menghentakkan kakinya, sekali lagi tak kalah catchynya dengan Voodo Man band pembuka tadi. J
Daaaaaan yang ditunggu-tunggu pun tiba, MONKEY TO MILLIONAIRE yang menjadi kunci pecahnya crowd diacara ini.
Bagaimana tidak pecah street team yang memadati bibir panggung ber-head bang. Ada yang stage diving, walau gagal percobaannya. J Kali ini street team tampil brutal dan Monkey To Millionaire yang menjadi pangkal terjadinya ini. Terlihat sekali Monkey To Millionaire sangat atraktif, emosi sangat terpancar dari raut wajah Wisnu sang vokalis. “Opini” membuka penampilan mereka, dilanjut dengan “fakta dan citra”, kiasan dan lagu baru (MAN) yang menurut saya sangat Ash dicampur Nirvana dan “mencuri” distorsi dari Foo Fighters.
Ini baru Monkey To Millionaire yang saya sangat tunggu-tunggu lagunya, sound agak kasar tapi tetap padat dan memadai, tidak jauh beda dengan Independent Song yang ada di EP mereka. “Replika” selalu mencadi penutup penampilan Monkey To Millionaire, ini selalu. Entah kenapa ini menjadi penampilan terbaik mereka dari sebelum-sebelumnya menurut saya, sebelumnya ketika mereka didaulat menjadi band pembuka Vampire Weekend beberapa waktu lalu, sound kembali berbicara dalam penampilan terbaik mereka. Sebelum menonton panggung Monkey To Millionaire biasanya saya selalu berharap mereka bisa membawakan lagu favorit saya, yaitu Marry dan Radio. Tapi lagi-lagi harus saya kubur dalam-dalam keinginan saya ini.
terakhir saya hanya menghimbau kepada para pembaca wacana Si bangsat payah ini, jangan dibaca kalau kalian tidak suka, dan bacalah ketika anda dalam keadaan mabuk atau mendengar sekilas qori masjid yang sedang membaca Al-qur’an dengan sendu sekaligus merdunya itu yang membuat anda tidak konsentrasi membaca tulisan payah ini.
Terima kasih, salam Monyet-monyet brutal. J
Zaka Sandra Novian (@ZakaSandra)




